RPP 1 Lembar Kelas 2 SD/MI Kurikulum 2013 dan Alternatif Modul Ajar Kurikulum Merdeka 2026


Artikel ini pertama kali diterbitkan pada tahun 2021 dan telah diperbarui pada Agustus 2026 agar lebih relevan dengan kebutuhan guru dan perkembangan kurikulum.

Bagi guru SD/MI, perangkat pembelajaran merupakan salah satu dokumen penting yang harus dipersiapkan sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Salah satu perangkat yang pernah menjadi perhatian besar di dunia pendidikan adalah RPP 1 Lembar. Format ini diperkenalkan untuk menyederhanakan administrasi guru sehingga waktu dan energi dapat lebih difokuskan pada proses pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik.

Meskipun saat ini sebagian besar satuan pendidikan telah menerapkan Kurikulum Merdeka, masih banyak guru yang mencari contoh dan referensi RPP 1 Lembar Kelas 2 SD/MI untuk berbagai keperluan, seperti referensi penyusunan perangkat pembelajaran, arsip administrasi sekolah, maupun bahan perbandingan dengan perangkat pembelajaran terbaru.

Pada artikel ini, saya akan membahas secara lengkap mengenai pengertian RPP 1 lembar, apakah masih digunakan pada tahun 2026, perbedaannya dengan Modul Ajar Kurikulum Merdeka, cara mengadaptasi RPP ke dalam Kurikulum Merdeka, serta pengalaman saya sebagai guru dalam menggunakan perangkat pembelajaran tersebut.


Apa Itu RPP 1 Lembar?

RPP 1 Lembar adalah format penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang diperkenalkan melalui kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Jika sebelumnya RPP dapat mencapai belasan hingga puluhan halaman, maka pada format ini guru cukup memuat tiga komponen inti, yaitu:

1. Tujuan Pembelajaran

Menjelaskan kompetensi yang harus dicapai peserta didik setelah mengikuti pembelajaran.

2. Langkah-Langkah Pembelajaran

Berisi kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup secara ringkas namun jelas.

3. Asesmen atau Penilaian

Menjelaskan cara guru mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

Dengan format yang lebih sederhana, guru dapat lebih fokus merancang pengalaman belajar yang menyenangkan dibandingkan menghabiskan waktu menyusun administrasi yang terlalu panjang.


Apakah RPP 1 Lembar Masih Digunakan Tahun 2026?

Pertanyaan ini cukup sering diajukan oleh guru.

Jawabannya adalah:

Ya, tetapi dengan beberapa catatan.

Bagi sekolah atau madrasah yang masih menggunakan Kurikulum 2013, RPP 1 Lembar masih dapat digunakan sebagai perangkat pembelajaran.

Namun bagi satuan pendidikan yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka, perangkat utama yang digunakan adalah Modul Ajar atau Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) sesuai kebijakan terbaru.

Meskipun demikian, RPP 1 Lembar tetap memiliki manfaat sebagai:

  • Referensi penyusunan perangkat pembelajaran.
  • Arsip administrasi sekolah.
  • Bahan pelatihan guru.
  • Acuan menyusun modul ajar yang lebih sederhana.
  • Dokumen pendukung supervisi pembelajaran.

Karena itulah hingga saat ini masih banyak guru yang mencari contoh RPP 1 Lembar untuk berbagai jenjang pendidikan.


Perbedaan RPP 1 Lembar dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Banyak guru yang masih bingung membedakan kedua perangkat ini.

Berikut perbedaannya:

Aspek

RPP 1 Lembar

Modul Ajar

Kurikulum

Kurikulum 2013

Kurikulum Merdeka

Fokus

Kegiatan pembelajaran

Pengalaman belajar mendalam

Struktur

Sangat ringkas

Lebih lengkap dan fleksibel

Acuan

KI dan KD

CP dan TP

Penilaian

Pengetahuan, sikap, keterampilan

Asesmen diagnostik, formatif, sumatif

Lampiran

Tidak wajib

Bisa dilengkapi LKPD, bahan ajar, rubrik

Secara sederhana, Modul Ajar dapat dikatakan sebagai pengembangan dari RPP yang lebih menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.


Cara Mengadaptasi RPP 1 Lembar ke Kurikulum Merdeka

Guru yang memiliki banyak koleksi RPP lama sebenarnya tidak perlu membuat perangkat dari nol.

RPP tersebut dapat diadaptasi menjadi Modul Ajar atau RPM.

Berikut langkah-langkah yang biasa saya lakukan:

1. Identifikasi Tujuan Pembelajaran

Cari tujuan pembelajaran yang terdapat dalam RPP lama.

Kemudian sesuaikan dengan:

  • Capaian Pembelajaran (CP)
  • Tujuan Pembelajaran (TP)

yang berlaku pada Kurikulum Merdeka.

2. Sesuaikan Kegiatan Pembelajaran

Jika dalam RPP kegiatan masih berpusat pada guru, ubahlah menjadi lebih aktif.

Misalnya:

  • Diskusi kelompok
  • Bermain peran
  • Eksperimen sederhana
  • Project based learning
  • Problem based learning

3. Tambahkan Asesmen Diagnostik

Sebelum pembelajaran dimulai, lakukan asesmen sederhana untuk mengetahui kemampuan awal peserta didik.

4. Tambahkan Refleksi

Kurikulum Merdeka mendorong guru dan siswa melakukan refleksi setelah pembelajaran.

Refleksi dapat berupa:

  • Apa yang sudah dipahami?
  • Apa yang masih sulit?
  • Apa yang ingin dipelajari lebih lanjut?

5. Lengkapi dengan LKPD atau Media Pembelajaran

Modul Ajar biasanya lebih kaya karena dilengkapi media, lembar kerja, maupun rubrik penilaian.


Pengalaman Saya Menggunakan RPP 1 Lembar

Sebagai guru MI, saya pernah menggunakan format RPP yang sangat panjang sebelum adanya kebijakan penyederhanaan.

Saat itu, banyak waktu tersita untuk menulis administrasi dibandingkan merancang kegiatan belajar yang menarik.

Ketika RPP 1 Lembar mulai diperkenalkan, saya merasa pekerjaan administrasi menjadi lebih ringan. Saya dapat fokus memikirkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa, terutama siswa sekolah dasar yang membutuhkan aktivitas belajar yang aktif dan menyenangkan.

Saat ini saya sudah mulai menggunakan perangkat pembelajaran yang menyesuaikan dengan Kurikulum Merdeka dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Namun pengalaman menggunakan RPP 1 Lembar tetap sangat membantu karena prinsip dasarnya masih relevan, yaitu menyusun pembelajaran yang terarah, terukur, dan mudah dilaksanakan.

Menurut saya, yang paling penting bukanlah banyaknya halaman perangkat pembelajaran, melainkan bagaimana perangkat tersebut benar-benar membantu guru mengajar dan membantu siswa belajar.


Link Download RPM Kelas 2 SD/MI

Silakan unduh file RPM Kelas 2 SD/MI melalui tautan yang telah disediakan di bawah artikel ini.

RPM Akidah Akhlak Kelas 2 Semester 1

RPM Akidah Akhlak Kelas 2 Semester 2

RPM Al Qur'an Hadits Kelas 2 Semester 1

RPM Al Qur'an Hadits Kelas 2 Semester 2

RPM Fikih Kelas 2 Semester 1

RPM Fikih Kelas 2 Semester 2

RPM Bahasa Arab Kelas 2 Semester 1

RPM Bahasa Arab Kelas 2 Semester 2

RPM Pendidkan Pancasila Kelas 2 Semester 1

RPM Pendidikan Pancasila Kelas 2 Semester 2

RPM Matematika Kelas 2 Semester 1

RPM Matematika Kelas 2 Semester 2

RPM Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester 1

RPM Bahasa Indonesia Kelas 2 Semester 2


Sebelum mengunduh, pastikan file digunakan sebagai referensi dan disesuaikan kembali dengan kebutuhan sekolah, madrasah, karakteristik peserta didik, serta kebijakan kurikulum yang berlaku.


FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apakah RPP 1 Lembar masih berlaku tahun 2026?

Masih dapat digunakan sebagai referensi, terutama bagi sekolah yang masih menggunakan Kurikulum 2013 atau sebagai arsip administrasi pembelajaran.

Apakah Kurikulum Merdeka masih menggunakan RPP?

Pada Kurikulum Merdeka, perangkat yang lebih umum digunakan adalah Modul Ajar atau RPM, bukan RPP seperti pada Kurikulum 2013.

Apakah RPP lama bisa digunakan kembali?

Bisa. Guru dapat mengadaptasi isi RPP lama menjadi Modul Ajar dengan menyesuaikan tujuan pembelajaran, asesmen, dan aktivitas belajar.

Apakah guru wajib membuat Modul Ajar yang panjang?

Tidak. Modul Ajar bersifat fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

Mana yang lebih penting, administrasi atau proses pembelajaran?

Administrasi penting sebagai panduan, tetapi yang paling utama adalah kualitas proses pembelajaran dan keterlibatan peserta didik.

RPP 1 Lembar merupakan salah satu inovasi yang pernah membantu guru menyederhanakan administrasi pembelajaran. Meskipun saat ini Kurikulum Merdeka telah menjadi acuan utama dalam dunia pendidikan, RPP 1 Lembar tetap memiliki nilai sebagai referensi dan sumber inspirasi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang efektif.

Semoga artikel ini dapat membantu Bapak/Ibu Guru memahami posisi RPP 1 Lembar di era Kurikulum Merdeka sekaligus memberikan gambaran bagaimana mengadaptasinya menjadi perangkat pembelajaran yang lebih relevan untuk tahun pelajaran 2026/2027.

Selamat mengajar dan terus berkarya untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik.

 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama